JAKARTA, KOMPAS.com - Di balik operasi senyap penangkapan Xanana Gusmão, terselip peran seorang agen ganda bernama Mariano yang menjadi salah satu mata rantai penting pembuka lokasi persembunyian eks pemimpin gerilya Falintil itu di Kota Dili, pada 20 November 1992.

Jauh sebelum penangkapan, saat itu sedang berlangsung pameran pembangunan di Baucau.Pengamanan dilakukan oleh Batalyon 315. Di tengah kegiatan, kelompok perlawanan bersenjata menyerang.

Seorang prajurit tewas. Bagi Komandan Satgas Intel Nanggala X/Timor Timur saat itu, Letkol Mahidin Simbolon, serangan tersebut tidak bisa dianggap sekadar insiden keamanan biasa.

Baca juga: “Rakyat Tidak Salah, Saya yang Salah”: Operasi Senyap Penangkapan Xanana Gusmao

Ia memerintahkan anak buahnya menelusuri siapa pelaku penyerangan, siapa yang memimpin operasi, hingga siapa yang berada di balik perintah gerakan itu.