MEDAN, KOMPAS.com - Kebijakan ekspor satu pintu untuk produk sumber daya alam strategis melalui Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) membuat petani sawit di Sumatera Utara khawatir.
Pasalnya, harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani disebut tidak stabil dan cenderung menurun hingga Rp 2.300 per kilogram.Seorang petani sawit di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Ferdinand Sinaga, mengaku resah melihat harga jual buah sawit yang terus turun dalam beberapa hari terakhir.
Padahal, dua pekan sebelumnya harga sawit sempat mencapai Rp 3.700 per kilogram.
“Harganya sempat cukup tinggi dua pekan lalu, tapi minggu ini harga jualnya antara Rp 2.300-Rp 2.500, kemungkinan juga bisa turun lagi, resahlah kita,” kata Ferdinand kepada Kompas.com saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (28/5/2026).
Baca juga: Harga Sawit di Pessel Sumbar Anjlok Jadi Rp 700 per Kg, Petani Minta Pemerintah Turun Tangan












