JAKARTA, KOMPAS.com- Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani disebut ambruk setelah pemerintah mengumumkan pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI).
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut dirancang menjadi eksportir tunggal komoditas sumber daya alam (SDA) strategis untuk mengatasi praktik under invoicing.
Ketua Perhimpunan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI), Mansuetus Darto, mengatakan pernyataan pemerintah terkait PT DSI membuat pengusaha, trader, refinery, eksportir, dan pelaku pasar menahan diri.“Ketidakpastian ini memicu kepanikan pasar, spekulasi, dan penurunan aktivitas perdagangan yang akhirnya langsung menekan harga CPO (minyak sawit mentah) dan harga TBS petani,” kata Darto dalam keterangan resminya, Jumat (22/5/2026).
Baca juga: Malaysia Cemas Kebijakan Baru Ekspor Sawit RI Picu Gejolak Harga
Darto mengatakan pelaku usaha sawit berhenti bekerja setelah pengumuman tersebut. Mereka disebut tidak mau mengambil buah sawit petani di kebun.










