Jakarta - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit sempat anjlok belakangan ini. Anjloknya harga TBS terjadi ketika harga olahan minyak CPO naik dan juga penguatan nilai tukar Dolar Amerika Serikat (AS).Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan saat ini harga TBS di tingkat petani berangsur membaik dan normal. Bahkan, ia mengatakan harga TBS berpotensi naik hingga 10% dibandingkan sebelumnya.Laporan tersebut disampaikan Amran di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII 2026 di Gorontalo, Rabu (24/6/2026) kemarin.

"Kami laporkan, Bapak Presiden, TBS alhamdulillah sekarang sudah normal kembali, bila perlu naik 10% dari sebelumnya bapak presiden," ujar Amran dalam keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Kamis (25/6/2026).Pemerintah telah mencermati secara serius penurunan harga TBS di tingkat petani karena kondisi tersebut tidak sejalan dengan kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) dunia maupun penguatan nilai tukar Dolar Amerika Serikat terhadap Rupiah.Gerak cepat dilakukan pihak Amran untuk menyelesaikan masalah anjloknya harga TBS. Dia langsung menggelar beberapa kali pertemuan bersama pelaku usaha, asosiasi, dan perwakilan petani sawit.Selain itu, Amran juga mengatakan bahwa Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk memeriksa 274 perusahaan yang dinilai belum menyesuaikan harga pembelian TBS dari petani sesuai dengan harga pasar."Kenapa? Karena harga CPO dunia naik, dan dengan Pak Kapolri kami kerja sama ada 274 (perusahaan) yang awalnya tidak menaikkan, jadi kita melakukan pemeriksaan," jelas Amran.Amran menegaskan pemerintah sangat memperhatikan perkembangan harga TBS di tingkat petani karena tidak ingin petani sawit merugi ketika harga CPO dunia meningkat. Terlebih, saat ini terdapat sekitar 15 juta orang yang menggantungkan hidupnya pada sektor kelapa sawit.Dalam kesempatan tersebut, Amran juga menyampaikan sejumlah capaian sektor pertanian selama pemerintahan Prabowo. Salah satunya terkait harga pupuk yang disebut mengalami penurunan sekitar 20%.Amran juga mengatakan bahwa kesejahteraan petani mengalami peningkatan signifikan yang tercermin dari kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP). Dia menyebut NTP pada Mei 2026 berada di kisaran 127, yang merupakan angka tertinggi dalam 34 tahun terakhir.Simak juga Video 'Prabowo Pede RI Swasembada Energi: Kita Tak Akan Impor Solar Lagi':