JAKARTA, KOMPAS.com - Joko (47), perwakilan jemaah yang melaporkan pemilik Hanania Travel ke Polda Metro Jaya, mengungkapkan bahwa iming-iming potongan harga, promo paket wisata, hingga ulasan positif dari kerabat menjadi alasan para jemaah memercayakan perjalanan ibadah umrah mereka kepada Hanania Travel.
Namun, alih-alih berangkat ke Tanah Suci, ribuan jemaah justru gagal berangkat dan diduga menjadi korban penipuan dengan total kerugian mencapai Rp 60 miliar.
Joko mengatakan, strategi pemasaran dari mulut ke mulut menjadi salah satu alasan utama para korban, termasuk dirinya, percaya kepada Hanania Travel.Baca juga: Tips Bangun Kebun Anggur Hasilkan Cuan di Gang Sempit Jakarta
"Promonya menarik dan secara cost memang murah ya dengan angka yang mereka tawarkan, plus Dubai (Uni Emirat Arab) 1 hari gitu. Dan memang marketing paling efektif kan mulut ke mulut ya, memang review-nya travel ini bagus," ujar Joko di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (28/5/2026).
Joko menyampaikan, banyak dari para korban mendapat rekomendasi langsung dari teman yang sebelumnya pernah diberangkatkan oleh Hanania Travel.
















