JAKARTA, KOMPAS.com - Calon jemaah Hanania Travel yang gagal diberangkatkan ke Tanah Suci membawa pemilik travel tersebut, Farhan, ke Mapolda Metro Jaya pada Kamis (28/5/2026) sore.
Aksi itu merupakan buntut panjang dari gagalnya keberangkatan ribuan calon jemaah sejak periode Syawal pada Maret-April 2026 hingga kloter Juni dan Juli 2026.
Salah satu calon jemaah, Mareta, mengatakan hingga kini belum ada kejelasan terkait pengembalian dana dari pihak Hanania Travel sehingga membuat para korban geram.Baca juga: Kalau Sakit Mau Minta Tolong Siapa?” Cerita Bambang Menjalani Hari Tua di Panti
"Dari awal mereka janji-janji refund tapi tidak pernah ada kejelasan, kemudian kloter berikutnya di Juni-Juli (2026) juga batal, akhirnya sudah pada enggak sabar, makanya dibawa ke Polda hari ini," kata Mareta saat dihubungi Kompas.com melalui telepon, Kamis.
Mareta mengatakan, seharusnya ia berangkat ke Tanah Suci bersama suami dan kedua anaknya pada 26 Maret 2026 atau kloter Syawal.















