JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 2.500 calon jemaah umrah gagal berangkat karena munculnya dugaan penggelapan uang oleh jasa travel yang mereka gunakan, Hanania Travel.
Mulanya mereka tergiur akan label rekor MURI dan Akreditasi B yang dipakai oleh travel ini.
Hingga akhirnya keberangkatan calon jemaah dibatalkan secara mendadak, pada tiga hari sebelumnya.Ribuan calon jemaah mengajukan pengembalian dana. Sementara sisa calon jemaah yang memilih mengganti jadwal diminta melunasi pembayaran.
Baca juga: 2.500 Korban Penipuan Hanania Travel Tuntut Pengembalian Uang Rp 100 Miliar
Mediasi dilakukan dengan Kementerian Haji dan Umrah. Namun pemilik Travel tak kunjung memenuhi janjinya.
















