JOMBANG, KOMPAS.com — Ngatini (69), warga Desa Banjardowo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kini harus menghadapi persoalan pelik di usia senjanya.

Ketenangan hidupnya di usia senja, goyah akibat jeratan utang puluhan juta rupiah kini mengancam aset tanah milik keluarganya.

Setelah suaminya wafat, Ngatini hidup sebatang kara dalam keterbatasan ekonomi. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, ia tetap bekerja keras menjajakan sayur keliling hingga ke desa-desa sekitar."Setahu saya, Bu Ngatini memang setiap hari jualan sayur keliling. Kadang juga membeli pisang dari warga, lalu dijual lagi ke pasar," ujar Suwadi, tetangga Ngatini.

Baca juga: Bank Jombang Beberkan Riwayat Kredit Nenek Ngatini, Sebut Utang Rp 70 Juta Hasil Refinancing

Suwadi, yang juga anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Banjardowo, menambahkan bahwa Ngatini dikenal sebagai sosok sederhana, pekerja keras, dan prasejahtera.