KOMPAS.com - Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa memaksa sekolah tutup, mengganggu layanan transportasi, hingga membuat rumah sakit kewalahan.

Suhu di beberapa negara di benua biru bahkan mencapai lebih dari 40 derajat Celcius.Meski demikian, di tengah cuaca panas ekstrem, banyak warga Eropa masih tinggal di rumah yang tidak dilengkapi pendingin ruangan (air conditioner/AC).

Baca juga: Juni Membara, Gelombang Panas Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di Spanyol

Alasan rumah-rumah di Eropa jarang memakai AC

Sebagaimana dilansir The Wall Street Journal, Selasa (30/6/2026), masyarakat Eropa tidak terbiasa menggunakan AC di rumah.