KOMPAS.com - Fenomena panas ekstrem di Benua Eropa kini bukan lagi menjadi sebuah kejadian langka, melainkan ancaman tahunan yang nyata.

Dua gelombang panas dahsyat yang melanda sepanjang Mei hingga Juni memecahkan rekor suhu tertinggi di seantero Perancis, Jerman, Spanyol, dan Inggris. Di sejumlah titik wilayah, suhu bahkan melesat hingga menembus angka di atas 40 derajat Celcius.Kondisi cuaca ekstrem ini ironisnya datang jauh sebelum puncak musim panas tiba. Para ahli meteorologi menyebut fenomena ini dipicu oleh kemunculan area tekanan tinggi statis atau yang populer dikenal sebagai kubah panas di atas langit Eropa dan memerangkap udara hangat di bawahnya dalam waktu lama.

Dampaknya, gelombang panas kini menjadi jauh lebih sering terjadi, dengan intensitas yang lebih kuat, serta durasi yang lebih panjang di seluruh penjuru Eropa. Alhasil, Benua Biru resmi menyandang status sebagai wilayah dengan laju pemanasan tercepat di dunia.

Dikutip dari Straits Times, Minggu (28/6/2026), hasil prakiraan cuaca mengindikasikan bahwa anomali cuaca panas ekstrem ini masih akan bertahan selama berbulan-bulan ke depan dan diperparah oleh fenomena cuaca El Nino global.

Baca juga: Menteri Swedia Banjir Pujian Bawa Bayinya Rapat Uni Eropa