KOMPAS.com - Gelombang panas terparah sepanjang masa yang melanda Eropa kini dilaporkan mulai mereda.

Kendati demikian, berdasarkan perhitungan kantor berita AFP, sekitar 95 juta orang di benua tersebut diperkirakan masih harus menghadapi suhu udara ekstrem setidaknya mencapai 35°C pada Selasa (30/6/2026).

Suhu tinggi di awal musim panas ini menjadi pukulan berat bagi negara-negara Eropa yang tidak terbiasa dengan cuaca ekstrem tersebut.Baca juga: Gelombang Panas Menggila di Eropa, 1.300 Orang Dilaporkan Tewas

Dampak buruknya pun mulai terlihat nyata, dari lonjakan angka kematian, penutupan sekolah, hingga pembatalan berbagai aktivitas di luar ruangan.

Kelompok ilmuwan dari World Weather Attribution menyatakan, fenomena alam ini dipicu oleh kerusakan lingkungan global.