Penulis: Jenipher Camino Gonzalez/DW Indonesia

KOMPAS.com - Gelombang panas melanda sejumlah wilayah Eropa pada Minggu (21/6/2026), bertepatan dengan dimulainya musim panas di belahan Bumi bagian utara. Titik balik matahari yang diperingati setiap 21 Juni juga menandai dimulainya periode tiga bulan terpanas di Eropa.Menurut para ahli meteorologi, fenomena ini terjadi saat massa udara panas dari Gurun Sahara bergerak ke arah utara. Ditambah lagi, panas diperkuat oleh sistem tekanan tinggi yang bernama Antisiklon Afrika.Sistem tersebut membentuk kubah panas (heat dome). Hal ini menjebak udara panas di Eropa Barat dan Tengah. Dengan begitu, suhu di lokasi tersebut terus meningkat.

Ini merupakan gelombang panas kedua yang melanda Eropa tahun ini. Pada bulan lalu, wilayah itu juga mengalami gelompang suhu tinggi yang tidak normal.

Gelombang panas di Eropa dikenal sebagai peristiwa yang mematikan. Dalam empat tahun terakhir, Kantor Regional WHO di Eropa mencatat lebih dari 200.000 orang meninggal akibat panas ekstrem.

Baca juga: Kandasnya Proyek Jek Tempur Eropa, Mimpi Lepas dari AS Mulai Retak