KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, gelombang panas yang melanda Eropa kemungkinan bertanggung jawab atas ratusan kematian tambahan.
Rekor suhu kembali dipecahkan di seluruh Benua Biru pada Minggu (28/6/2026), termasuk di Jerman, Polandia, dan Republik Ceko, seiring bergeraknya gelombang panas ekstrem ke timur.Dalam sebuah unggahan di X, Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, lebih dari 1.300 kematian tambahan telah tercatat sejak 21 Juni yang terkait dengan suhu tinggi di Eropa.
"Stres panas sering disebut sebagai pembunuh senyap, dengan rumah, tempat kerja, dan sekolah di Eropa tidak dibangun untuk suhu seperti ini," katanya, dikutip dari BBC.
Baca juga: Dinginkan Badan saat Gelombang Panas, 10 Orang Jerman Tewas saat Berenang
Pada Minggu pagi, Kementerian Kesehatan Perancis melaporkan, terdapat sekitar 1.000 kematian lebih banyak dari yang diperkirakan di negara itu sejak Rabu (23/6/2026).










