Penulis: Martin Kuebler/DW Indonesia
BERLIN, KOMPAS.com - Di negara-negara seperti Amerika Serikat, Australia, dan Jepang ataupun di kota-kota besar di Indonesia, terik musim panas yang lembap terasa lebih tertahankan berkat semburan udara dingin dari AC.Tapi di sebagian besar Eropa, solusinya justru jauh lebih sederhana: tutup tirai, nyalakan kipas, dan pastikan air es selalu tersedia.
Sekitar 90 persen penduduk AS memiliki AC di rumah, menurut Departemen Energi AS. Di Eropa, yang memiliki iklim serupa, angkanya hanya sekitar 20 persen, meski bervariasi di tiap negara.
Baca juga: Eropa Catat Gelombang Panas Terparah yang Nyaris Mustahil, 95 Juta Orang Terdampak
Di negara selatan yang panas terik seperti Spanyol, sekitar separuh rumah tangga sudah punya sistem pendingin sentral. Sementara di Jerman, angkanya hanya sekitar 6 persen.














