TEHERAN, KOMPAS.com - Iran mampu bertahan di tengah tekanan Amerika Serikat yang telah menjatuhkan lebih dari 1.000 sanksi terhadap Iran dalam 18 bulan terakhir.

Sanksi ekonomi menjadi salah satu alat utama Washington untuk menekan negara-negara yang dianggap menentang kepentingannya.Biasanya, sanksi dirancang untuk memutus akses negara target terhadap sistem keuangan AS, mengisolasi mereka secara ekonomi, serta memberi tekanan kepada pihak yang tetap melakukan perdagangan.

Baca juga: Laporan Intel AS Bocor, Netanyahu Masih Berusaha Gagalkan Kesepakatan Trump-Iran

Namun dalam kasus Iran, tekanan tersebut belum sepenuhnya berhasil. Teheran tetap mampu menghasilkan pendapatan miliaran dollar, terutama melalui penjualan minyak ke China, sebagaimana dilansir The Wall Street Journal, Sabtu (20/6/2026).

Meski demikian, Iran disebut tetap membutuhkan pelonggaran sanksi karena tekanan ekonomi telah memberikan dampak besar terhadap perekonomian dan memicu ketidakpuasan publik yang dapat mengancam keberlangsungan pemerintahannya dalam jangka panjang.