TEHERAN, KOMPAS.com - Iran dilaporkan telah mengekspor 50 juta barrel minyak mentah sejak Amerika Serikat (AS) mencabut blokade terhadap ekspor energi negara tersebut.
Berdasarkan data perusahaan pelacak kapal tanker TankerTrackers, sebagaimana dikutip Al Jazeera, Selasa (30/6/2026), volume ekspor tersebut setara dengan rata-rata 1,66 juta barrel per hari sepanjang Juni 2026. Sementara itu, menurut data pelacakan tersebut, sebagian besar negara lain di kawasan Timur Tengah masih mencatat tingkat ekspor minyak yang berada di bawah level sebelum perang.
Baca juga: TV Iran Mendadak Potong Siaran Wawancara Negosiator Damai, Perpecahan Internal Terkuak
Mengutip estimasi para ahli yang disampaikan media Iran Tasnim, ekspor 50 juta barrel minyak tersebut diperkirakan menghasilkan pendapatan sekitar 3,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 62 triliun.
Dengan nilai tersebut, Iran diperkirakan memperoleh rata-rata pendapatan lebih dari 233 juta dollar AS (sekitar Rp 2 triliun) per hari dari penjualan minyak selama periode tersebut.











