KOMPAS.com – Harga minyak dunia anjlok setelah kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran membuka kembali arus pasokan minyak global. Kondisi ini memicu kekhawatiran baru bahwa pasar justru akan dibanjiri minyak mentah, sehingga menekan harga.

Dilansir dari Bloomberg, Minggu (5/7/2026), perubahan tersebut terjadi sangat cepat. Hanya beberapa bulan lalu, pasar minyak menghadapi ancaman kekurangan pasokan akibat konflik di Timur Tengah.Kini, para analis justru memperingatkan risiko kelebihan pasokan (glut) yang dapat berlanjut hingga tahun depan.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Berpotensi Turun ke 60 Dollar AS, Ini Prediksi Citi

Harga minyak mentah Brent kini diperdagangkan di kisaran 70 dollar AS per barrel. Pada saat yang sama, pasar fisik minyak menunjukkan pelemahan terburuk sejak anjloknya permintaan pada masa pandemi Covid-19.

Bagi perekonomian global, turunnya harga minyak mengurangi kekhawatiran lonjakan inflasi akibat gangguan pasokan energi.