TEHERAN, KOMPAS.com - Kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berpotensi membuka kembali pintu ekonomi Teheran yang selama ini tertekan sanksi.
Dilaporkan The Wall Street Journal, Rabu (17/6/2026), Iran diperkirakan bisa menghasilkan lebih dari 60 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.070 triliun) per tahun dari penjualan minyak jika kembali beroperasi di pasar global dengan tingkat produksi sebelum perang dan harga minyak saat ini.Baru-baru ini, sejumlah kapal tanker minyak Iran bahkan dilaporkan mulai berlayar keluar pelabuhan dan melewati garis blokade laut AS, menjadi tanda awal bahwa ekspor minyak Iran berpotensi kembali meningkat.
Baca juga: Hubungan Trump-Netanyahu Terguncang akibat Perang Iran, Percakapan Rahasia Terungkap
Iran bisa kembali jadi pemain besar minyak dunia
Selama bertahun-tahun terkena sanksi, Iran hanya bisa menjual minyak melalui jaringan pengiriman tersembunyi dan sering kali harus menerima harga lebih rendah dari pasar global. Sebagian besar ekspornya selama ini menuju kilang independen di China.













