TEHERAN, KOMPAS.com - Meskipun dihantam perang lima bulan dengan Amerika Serikat (AS), sanksi ekonomi bertubi-tubi, hingga inflasi yang melonjak ke angka sekitar 90 persen, perekonomian Iran hingga kini belum mengalami keruntuhan total.

Negara berpenduduk lebih dari 92 juta jiwa ini dinilai mampu bertahan berkat struktur ekonomi domestik yang relatif terdiversifikasi. Contohnya seperti sektor pertanian hemat air, manufaktur, dan jasa.Iran juga dinilai memiliki mekanisme penyerapan guncangan ekonomi yang pada akhirnya dibebankan langsung kepada masyarakat.

Baca juga: Di Balik Penundaan Serangan Besar ke Iran, Benarkah Rudal AS Menipis?

Ekonom kesejahteraan sekaligus peneliti non-residen di Quincy Institute dan peneliti di Center for Global Development and Sustainability Brandeis University, Hadi Kahalzadeh, menjelaskan bahwa keruntuhan ekonomi secara teknis diartikan sebagai kondisi kelaparan massal serta ketidakmampuan negara dalam membayar gaji pegawai dan menyediakan layanan dasar.

Dalam konteks tersebut, Iran belum berada di titik itu, sebagaimana dilansir Al Jazeera, Selasa (28/7/2026).