TEHERAN, KOMPAS.com - Masyarakat di seluruh dunia tengah menanggung dampak ekonomi akibat perang AS-Israel di Iran. Namun, di tengah situasi pelik ini, sejumlah perusahaan justru mendulang keuntungan miliaran dollar, atau setara triliunan rupiah.

Konflik Iran telah memicu ketidakpastian, yang diperburuk oleh penutupan Selat Hormuz. Kondisi ini memicu lonjakan biaya hidup, sekaligus memperberat beban keuangan untuk berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga pemerintah.Namun, di saat banyak pihak berjuang hanya untuk bertahan, sejumlah perusahaan justru mencetak rekor pendapatan. Hal ini dimungkinkan, sebab bisnis inti perusahaan-perusahaan ini jauh lebih menguntungkan dalam situasi perang, atau ketika terjadi fluktuasi harga energi.

Baca juga: Haji 2026 dalam Bayang-bayang Perang Timur Tengah, Jemaah Tetap Optimistis

Berikut sejumlah sektor dan perusahaan yang menghasilkan miliaran dollar—atau setara triliunan rupiah—selama konflik di Timur Tengah berlanjut.

1. Minyak dan gas