JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Hanania (Hanania Travel), Ahmad Syah Farhan, sempat menawarkan dua opsi penyelesaian kepada ribuan calon jemaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah Suci.
Opsi tersebut berupa penjadwalan ulang (reschedule) dengan biaya tambahan yang dibebankan kepada jemaah, serta pengembalian dana (refund) yang dicicil hingga dua tahun.
Tawaran itu disampaikan Farhan saat menemui dan melakukan mediasi dengan ratusan calon jemaah yang mendatangi kantor pusat Hanania Travel di gedung perkantoran Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Kamis (28/5/2026) siang.Baca juga: Kronologi Skandal Hanania Travel: Ribuan Orang Gagal Umrah, Rp 60 Miliar Raib Tanpa Jejak
Berdasarkan rekaman video yang diunggah akun Threads @dwiutariri, Farhan tampak memberikan klarifikasi di hadapan para calon jemaah.
Ia mengakui bahwa pihaknya belum mampu memberangkatkan jemaah, khususnya untuk kloter keberangkatan Juni dan Juli 2026.
















