Penulis: Karl Sexton/DW Indonesia
KOMPAS.com - Misi penjaga perdamaian internasional berada dalam kondisi genting akibat kebuntuan geopolitik global, masalah pendanaan, dan berkurangnya jumlah personel.Hal ini berdasarkan laporan terbaru Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) pada Senin (18/05).
Studi SIPRI juga menyoroti bahwa misi yang dikelola Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi yang paling terdampak.
Hingga akhir 2025, jumlah personel yang dikerahkan dalam misi penjaga perdamaian internasional tercatat kurang dari 79.000 orang, angka terendah dalam 25 tahun terakhir dan turun 49 persen dibandingkan tahun 2016.
Baca juga: AS dan Iran Gagalkan Kesepakatan Perjanjian Nuklir di Konferensi PBB














