NEW YORK CITY, KOMPAS.com - Etiket diplomatik di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendadak runtuh dan berubah menjadi ajang adu mulut yang sengit.

Duta Besar Israel dan Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB Pramila Patten terlibat ketegangan tinggi dalam sebuah sidang terbuka di New York, Amerika Serikat (AS), Jumat (19/6/2026).Ketegangan ini bermula saat digelarnya pertemuan untuk memperingati Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan Seksual dalam Konflik.

Baca juga: Usai Trump Ngamuk Israel Terus Gempur Lebanon, Gencatan Senjata Akhirnya Tercapai

Dalam forum tersebut, Utusan Israel Danny Danon menuntut agar Patten mengundurkan diri dari jabatannya, sebagaimana dilansir Reuters.

Patten merupakan pejabat PBB yang menyusun laporan yang memasukkan Israel ke dalam daftar hitam atas dugaan pelanggaran kekerasan. Danon menuding laporan tersebut penuh dengan bias.