Tel Aviv -

Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa "tidak ada yang dapat memberitahu kami apa yang harus dilakukan" setelah kritikan Amerika Serikat (AS) menghujani para pejabat Tel Aviv yang menolak kesepakatan damai AS-Iran.Katz dalam wawancara dengan media Israel, Channel 14, seperti dilansir Middle East Monitor, Sabtu (20/6/2026), kembali memperingatkan bahwa Israel akan segera merespons dengan kekuatan jika Iran menyerang."Jika Iran menyerang kami, kami akan bertindak segera dan merespons dengan kekuatan. Tidak ada yang dapat memberitahu kami apa yang harus dilakukan, dan kami telah membuktikannya," kata Katz dalam pernyataannya.

"Semua kemampuan ada dan sedang dibangun," imbuhnya, sembari mengatakan bahwa Israel dapat "merespons segera atau bertindak kemudian". Ditegaskan oleh Katz bahwa Israel mampu untuk berperang sendiri melawan Hizbullah di Lebanon, jihadis di Suriah, hingga Hamas di Jalur Gaza."Kami tidak pernah meminta AS untuk berperang bersama kami melawan Hizbullah di Lebanon, melawan elemen-elemen jihadis di Suriah, atau melawan Hamas di Gaza. Kami melakukannya sendiri," ucap Katz dalam pernyataannya."Kami mengharapkan, dan masih mengharapkan, bahwa AS akan mendukung hak kami dan memberikan kami payung diplomatik, bukan payung militer, untuk bertindak melawan semua musuh ini," ujarnya."Di Lebanon, di Suriah, dan di Gaza, kami tidak akan pindah dari zona keamanan. Tidak di Suriah, tidak di Gaza, dan tidak di Lebanon, kami tidak akan meninggalkan tempat itu dalam situasi apa pun," tegas Katz.