WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan berencana untuk memberi tahu para sekutu NATO pekan ini mengenai pengurangan signifikan jumlah personel militer AS yang disiagakan dalam menghadapi situasi krisis.
Informasi ini dilaporkan oleh tiga sumber yang mengetahui langsung persoalan tersebut.Dikutip dari Reuters, Selasa (19/5/2026), di bawah kerangka kerja model pertahanan aliansi, setiap negara anggota wajib mengidentifikasi dan mengalokasikan sejumlah unit pasukan yang siap diaktifkan sewaktu-waktu jika terjadi konflik besar atau agresi militer terhadap anggota NATO lainnya.
Baca juga: Drone Ukraina Nyasar hingga Ditembak Jatuh F-16 NATO, Ada Campur Tangan Rusia?
Kendati komposisi dan rincian kekuatan unit tempur taktis tersebut merupakan rahasia militer yang dijaga sangat ketat, Departemen Pertahanan AS (Pentagon) dikabarkan telah membulatkan keputusan untuk memangkas komitmen pasukannya secara drastis.
Langkah ini sejalan dengan ketegasan prinsip Donald Trump yang berulang kali menuntut negara-negara Eropa untuk memikul tanggung jawab utama atas sistem keamanan di benua mereka sendiri.











