NEW YORK CITY, KOMPAS.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) saat ini tengah menghadapi ancaman krisis keuangan yang sangat serius.
Lembaga internasional tersebut dilaporkan kehabisan dana dan terancam "kolaps finansial" pada Agustus jika negara-negara anggota, terutama Amerika Serikat (AS), tidak segera melunasi iuran wajib mereka.Berdasarkan laporan PBB yang dirilis awal bulan ini, krisis tersebut sebagian besar dipicu oleh tunggakan AS.
Baca juga: Saat Dunia Makin Rawan Konflik, Pasukan Perdamaian PBB Justru Melemah
Washington tercatat berutang sekitar 2 miliar dollar AS (Rp 35 triliun) untuk anggaran reguler PBB.
Selain itu, ada tunggakan 2,2 miliar dollar AS untuk misi perdamaian, sebagian di antaranya telah menumpuk selama beberapa dekade.












