DALAM forum Open Debate United Nations Security Council yang mengangkat tema “Upholding the Purposes and Principles of the UN Charter and Strengthening the UN Centered International System” di New York, Amerika Serikat, Selasa (26/5/2026), Menlu RI Sugiono menyuarakan perlunya Reformasi DK PBB.
Ia mengutarakan pandangannya mengenai perlunya DK PBB untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman dalam menyikapi banyak tantangan terutama dinamika geopolitik dunia yang bersifat semakin konfliktual.Pembentukan DK PBB yang berdasarkan siapa yang menjadi pemenang Perang Dunia ke-II dianggap tidak lagi relevan dengan dinamika hari ini.
DK PBB tidak lagi representatif bagi negara-negara dunia, khususnya negara-negara berkembang.
Tantangan hari ini bersifat lebih kompleks, sehingga menjadi trigger bagi DK PBB untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan jiwa zaman (zeitgeist).
Baca juga: Lelah Menjadi Kelas Menengah












