Dari hasil penyelidikan terbaru, barang haram tersebut diketahui diambil dari sebuah apartemen di Ampang, Malaysia, sebelum sang pilot ke Jakarta.

Pilot Malaysia yang kedapatan menyelundupkan narkoba ternyata membawa urine untuk berjaga-jaga ada inspeksi mendadak.

Pilot Malaysia Airlines ditangkap di Soekarno-Hatta karena menyelundupkan 26 kg ekstasi dan positif menggunakan narkoba saat terbang.