Pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat (AS) telah melanggar kesepakatan gencatan senjata setelah melancarkan serangan udara di dekat Selat Hormuz.

Pihak Iran dikabarkan membantah pernyataan Presiden AS Trump bahwa proposal perdamaian keduanya akan melibatkan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Kesepakatan yang diusulkan antara AS dan Iran mencakup pembukaan Selat Hormuz selama perpanjangan gencatan senjata 60 hari.

Iran siap menghadapi skenario gagalnya negosiasi dengan AS, sementara Garda Revolusi mengancam respons “neraka” jika diserang.

AS dan Iran dilaporkan telah mencapai kesepakatan awal untuk membuka kembali Selat Hormuz.

AS dan Iran akan menandatangani kesepakatan yang akan mengatur perpanjangan gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan telah mencapai kesepakatan, termasuk membuka lagi Selat Hormuz seperti sebelum perang.

AS menyerang lokasi peluncuran rudal dan kapal Iran yang disebut sedang mencoba menebar ranjau di Selat Hormuz.

Amerika Serikat (AS) dan Iran sedang membahas rencana untuk membuka Selat Hormuz sekitar 30 hari setelah kesepakatan damai tercapai.

Sedikitnya empat orang dilaporkan tewas akibat serangan terbaru AS, yang dilancarkan bersama Israel, terhadap kapal-kapal Iran di perairan dekat Selat Hormuz.

Pasukan Amerika Serikat (AS) menyerang Iran. Kali ini, target AS menyerang kapal Iran dan beberapa lokasi peluncuran rudal di Iran.

Militer AS mengatakan telah melancarkan serangan baru di Iran selatan, dengan menargetkan lokasi rudal Iran serta kapal-kapal. Apa reaksi Iran?

Iran menuding Amerika Serikat melanggar gencatan senjata selama 48 jam terakhir dengan serangannya di provinsi Hormozgan selatan Iran.

Komando Pusat Militer AS mengklaim melancarkan serangan "bela diri" di Iran. Sementara PM Israel memerintahkan militer meningkatkan gempuran terhadap Hizbullah.

Kementerian Luar Negeri Iran mengecam serangan AS yang melanggar gencatan senjata. Teheran bertekad membela bangsa dan melanjutkan pembicaraan di Qatar.

Pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat (AS) telah melanggar kesepakatan gencatan senjata setelah melancarkan serangan udara di dekat Selat Hormuz.