TEHERAN, KOMPAS.com - Pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat (AS) telah melanggar kesepakatan gencatan senjata setelah melancarkan serangan udara di dekat Selat Hormuz.

Ketegangan baru di salah satu jalur pelayaran paling krusial di dunia ini dikhawatirkan dapat mempersulit upaya diplomatik untuk mengakhiri perang.Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan, serangan AS di Provinsi Hormozgan pada Selasa (26/5/2026) dini hari merupakan pelanggaran berat terhadap gencatan senjata yang berjalan hampir tujuh minggu.

Baca juga: Mojtaba Khamenei Sebut Israel Sedang Mendekati Hari-hari Terakhirnya

Di sisi lain, pihak Washington berkilah bahwa operasi militer tersebut bersifat defensif, sebagaimana dilansir Reuters.

Militer AS mengeklaim serangan itu sengaja ditargetkan pada situs-situs rudal dan kapal-kapal Iran yang mencoba memasang ranjau di jalur perairan tersebut.