Jakarta -

Terjadi saling balas serangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Serangan di tengah gencatan senjata tersebut dimulai oleh AS yang mengincar area di dekat pelabuhan di Selat Hormuz.Serangan ini terjadi di tengah gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran, serta perundingan panjang untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama tiga bulan. Konflik tersebut menghambat lalu lintas di Selat Hormuz dan mendorong lonjakan harga energi global.

Berikut fakta-fakta mengenai saling balas serangan antara AS dan Iran tersebut:1. AS Serang Iran di Sekitar Selat HormuzMiliter AS melakukan serangan baru di Iran pada Kamis (28/5) pagi. Serangan itu menargetkan lokasi di sekitar Selat Hormuz yang dinilai menimbulkan ancaman bagi pasukan AS dan lalu lintas komersial, menurut seorang pejabat AS. Seorang pejabat AS mengatakan kepada CNN bahwa militer AS menembak jatuh empat drone Iran. Pasukan AS juga dilaporkan menyerang stasiun kendali darat Iran di Bandar Abbas yang hendak meluncurkan drone kelima.Sementara itu, CNN telah meminta komentar dari Komando Pusat AS tentang laporan media Iran bahwa serangan AS merupakan tanggapan terhadap tindakan Iran.Badan maritim yang memantau pelayaran di jalur air, UKMTO, belum melaporkan insiden apa pun terkait kapal yang dilaporkan ditembak.2. Serang Dekat PelabuhanKomando Pusat AS (Centcom) mengatakan pasukannya juga menembak jatuh empat drone milik Iran yang "menimbulkan ancaman di sekitar Selat Hormuz". Centcom menyebut lokasi di Bandar Abbas diserang saat bersiap meluncurkan drone kelima.Media-media Iran melaporkan bahwa ledakan terdengar di wilayah timur kota tersebut.3. Serangan Kedua dalam SepekanTindakan militer AS ini merupakan kali kedua dalam tiga hari AS menyerang target di Iran.Mereka mengklaim bahwa tindakan tersebut dilakukan sebagai bentuk pembelaan diri.Eskalasi terbaru ini berpotensi mengancam keberlangsungan gencatan senjata.Centcom menggambarkan tindakannya sebagai "terukur, murni defensif, dan dimaksudkan untuk mempertahankan gencatan senjata".Awal pekan ini, Centcom juga mengonfirmasi serangan "membela diri" sebelumnya di Iran selatan pada Senin, yang menargetkan lokasi rudal Iran serta kapal-kapal yang diduga berupaya menanam ranjau di selat tersebut, tempat ribuan kapal tanker komersial tertahan akibat konflik.Centcom menyatakan serangan tersebut dirancang "untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran".Iran mengecam serangan tersebut sebagai "pelanggaran serius terhadap gencatan senjata" dan berjanji bahwa pemerintah Iran "tidak akan membiarkan satu pun tindakan permusuhan tanpa balasan."