Jakarta - Iran menyatakan menyerang sebuah pangkalan militer Amerika Serikat (AS) sebagai balasan atas serangan AS di dekat Bandar Abbas, menurut pernyataan Garda Revolusi Iran pada Kamis (28/5) yang disiarkan media pemerintah IRIB."Setelah agresi militer AS pada pagi ini terhadap lokasi di pinggiran Bandara Bandar Abbas menggunakan proyektil udara, pangkalan udara AS yang menjadi sumber serangan itu ditargetkan pada pukul 04.50 pagi waktu setempat," kata Garda Revolusi, dikutip IRIB.Garda Revolusi tidak mengungkap lokasi pangkalan yang diserang. Namun sebelumnya, Kuwait, sekutu AS, mengatakan pihaknya sedang merespons serangan rudal dan drone pada Kamis (28/5) dini hari.

Sementara itu, pasukan Iran melepaskan tembakan peringatan ke 4 kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz tanpa izin, menurut laporan kantor berita IRIB pada Kamis."Mereka sudah diperingatkan, tetapi setelah mengabaikan peringatan tersebut, tembakan peringatan dilepaskan sehingga mereka terpaksa berbalik arah," tulis IRIB dalam unggahan di Telegram. Tembakan itu dilepaskan sekitar pukul 00.35 waktu setempat. Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai kapal-kapal tersebut.Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata, tetapi pemerintah di Teheran memberi sinyal masih terbuka untuk perundingan. AS menyebut serangan tersebut sebagai tindakan "defensif", sementara Iran menyebutnya sebagai "pelanggaran besar" terhadap gencatan senjata rapuh yang telah berlaku sejak awal April.Sementara itu, Presiden AS Donald Trump kemungkinan mulai kehilangan dukungan dari dalam Partai Republik, di tengah meningkatnya kritik terhadap perang serta kenaikan harga bensin dan minyak.AS Klaim tembak jatuh drone Iran di Bandar AbbasSebelumnya, militer AS mengatakan telah menembak jatuh 4 drone Iran dan menyerang pusat kendali drone di kota pelabuhan Bandar Abbas pada Rabu untuk mencegah peluncuran drone kelima.Operasi itu menjadi hari kedua serangan yang disebut Washington sebagai langkah "defensif" terhadap Iran pekan ini, di tengah pembicaraan gencatan senjata yang masih rapuh dalam konflik yang telah berlangsung hampir tiga bulan."Tindakan ini terukur, murni defensif, dan ditujukan untuk menjaga gencatan senjata," kata seorang pejabat kepada Reuters. Pejabat AS mengatakan drone-drone tersebut dianggap sebagai ancaman di sekitar Selat Hormuz.Sebelumnya, Pentagon menyebut serangan AS pada Senin malam menargetkan lokasi peluncuran rudal Iran dan kapal peletak ranjau yang dinilai mengancam pasukan AS serta jalur pelayaran.Sanksi baru AS ke Iran picu kekhawatiran pasar minyakPemerintah AS menjatuhkan sanksi baru terhadap Otoritas Selat Teluk Persia Iran, lembaga baru yang memungut biaya transit di Selat Hormuz.Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pungutan tersebut menunjukkan bahwa Teheran "sangat membutuhkan uang" setelah tekanan ekonomi dari AS meningkat.Pejabat AS juga memperingatkan bahwa pihak yang membayar biaya transit itu dapat terkena sanksi karena berpotensi mendukung Garda Revolusi Iran.Di tengah langkah baru Washington tersebut, harga minyak dunia naik pada Kamis (28/5) setelah serangan terbaru AS terhadap Iran kembali meningkatkan ketegangan di tengah gencatan senjata yang rapuh dan upaya diplomatik untuk mengakhiri perang.Minyak mentah Brent naik hampir 2% menjadi 96,13 dolar AS (sekitar Rp1,7 juta) per barel, sementara minyak acuan AS, WTI, naik 1,75% menjadi 90,23 dolar AS (sekitar Rp1,6juta) per barel.Kenaikan ini terjadi sehari setelah harga minyak sempat turun tajam pada Rabu akibat harapan akan tercapainya kesepakatan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dalam konflik yang selama berbulan-bulan telah mengganggu pelayaran di Selat Hormuz.Israel sebut serang infrastruktur Hezbollah di Lebanon selatanMiliter Israel mengatakan pada Kamis telah mulai menyerang infrastruktur Hezbollah di sekitar kota Tyre, Lebanon selatan, setelah sebelumnya meminta warga sipil meninggalkan wilayah tersebut."IDF [Pasukan Pertahanan Israel] telah mulai menyerang infrastruktur Hezbollah di wilayah Tyre," tulis militer Israel di Telegram.Sebelum serangan dimulai, militer Israel meminta warga di sekitar bangunan yang menjadi target untuk bergerak ke utara Sungai Zahrani dan memperingatkan bahwa tetap berada di wilayah itu "membahayakan keselamatan Anda."Kantor berita resmi Lebanon melaporkan serangan Israel menghantam Tyre dan wilayah sekitarnya pada Kamis pagi, merusak sebuah bangunan dan memicu kebakaran.Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris Diadaptasi oleh Rahka Susanto Editor: Rizki Nugraha