Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan telah mencapai kesepakatan, termasuk membuka lagi Selat Hormuz seperti sebelum perang.

Menlu AS, Marco Rubio, menyerukan perlunya "rencana B" untuk membuka Selat Hormuz, mengingat potensi tantangan dari Iran dan situasi negosiasi yang sulit.

Amerika Serikat dan Iran mengisyaratkan kemajuan menuju perdamaian. Namun, isu uranium dan Selat Hormuz masih menjadi penghalang utama.

Iran menyatakan sedang menyelesaikan kerangka kerja 14 poin untuk kesepakatan damai dengan Amerika Serikat.

Pihak Iran dikabarkan membantah pernyataan Presiden AS Trump bahwa proposal perdamaian keduanya akan melibatkan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Menurut keterangan dari dua pejabat senior AS, Teheran disebut-sebut telah menyatakan komitmen nyata untuk menyerahkan seluruh persediaan uraniumnya.

Kesepakatan yang diusulkan antara AS dan Iran mencakup pembukaan Selat Hormuz selama perpanjangan gencatan senjata 60 hari.

The U.S. and Iran have agreed in principle to reopen the Strait of Hormuz, New York Times reports, citing a U.S. official. The official said I...