KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) dan Iran mulai menunjukkan sinyal positif dalam upaya mengakhiri konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah.

Kendati demikian, dua negara tersebut masih berselisih dalam sejumlah isu utama, terutama terkait stok uranium Iran yang diperkaya serta pengaturan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.Dikutip dari CNBC, Sabtu (23/5/2026), Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio mengatakan terdapat "tanda-tanda baik" menuju kesepakatan damai.

Namun, ia menegaskan kesepakatan sulit terwujud apabila Iran tetap berupaya mengendalikan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz secara permanen.

Baca juga: AS dan Sekutu Siapkan Rencana B jika Iran Tolak Buka Selat Hormuz

"Tidak ada pihak di dunia yang mendukung sistem tarif atau pungutan di jalur itu. Itu tidak bisa diterima," kata Rubio.