JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah tengah melakukan perombakan besar-besaran terhadap struktur badan usaha milik negara (BUMN).
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, pemerintah menemukan 1.074 BUMN beserta anak dan cucu perusahaan ketika melakukan penataan melalui Danantara.Jumlah tersebut jauh lebih besar dari perkiraan awal pemerintah. Prabowo mengatakan, sebelumnya ia mengira jumlah BUMN hanya berada di kisaran 300 hingga 400 perusahaan.
Baca juga: Prabowo: Keuntungan BUMN Kini Digunakan untuk Percepat Hilirisasi
FAUZAN Presiden Prabowo Subianto memberi salam usai menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Dalam sidang tahunan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa selama 21 bulan pemerintahan bekerja, sebanyak 121 kebijakan transformatif telah dijalankan di berbagai sektor untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. ANTARA FOTO/Fauzan/bay/kye
“Ketika kita buka Danantara, kita menemukan ada 1.074 BUMN dan BUMN itu ada yang punya anak perusahaan, cucu perusahaan, bahkan cicit perusahaan. Ini luar biasa. Saya mengira BUMN itu ada 300-400, tapi 1.074 ternyata,” ujar Prabowo dalam pidato pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Jakarta, Jumat (14/8/2026).














