Jakarta - Presiden Prabowo Subianto bakal memangkas sebanyak 750 Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penataan perusahaan pelat merah agar lebih efisien dan tidak membebani keuangan negara.Pasalnya, kata Prabowo, BUMN tersebut tak menghasilkan keuntungan. Akan tetapi negara tetap membayar gaji direksi, komisaris yang nilainya sangat besar."Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup, 750 dirut, 750 direksi, kali empat atau kali lima, 750 komisaris kali sepuluh. Overhead-nya kayak apa, gajinya kayak apa saudara-saudara. Ini uang rakyat semua, perusahaan tidak untung hanya bayar overhead," ujar Prabowo dalam acara penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri dilihat dari YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (28/6/2026).
Prabowo mengatakan pemangkasan ini penting untuk menciptakan BUMN yang lebih ramping, efisien, dan transparan. Ia pun meminta proses tersebut dapat dirampungkan tahun ini sehingga dalam dua tahun ke depan BUMN dapat bekerja lebih optimal untuk masyarakat."Saya minta dalam tahun ini harus selesai ya. Jadi dalam dua tahun kita akan bikin BUMN-BUMN lebih efisien, lebih transparan, lebih bekerja untuk rakyat saudara," tegasnya.Prabowo mengatakan pemerintah telah menutup lebih dari 200 BUMN. Ke depan, jumlah BUMN yang tersisa hanya sekitar 250 perusahaan."Dari seribu lebih BUMN sekarang kita sudah tutup lebih dari 200, lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal 300 lah ya. Bagaimana Pak Oskar Doni? Ujungnya kita bisa berapa BUMN? Ujungnya nanti 250," terangnya.








