Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan setoran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke negara atau dividen terus mengalami kenaikan. Tahun ini, dividen tembus Rp 200 triliun di 2026.Prabowo memperkirakan dividen tersebut dapat tercapai tanpa adanya Penyertaan Modal Negara (PMN) atau tambahan modal dari pemerintah melalui APBN ke BUMN. Prabowo menilai angka tersebut menunjukkan kontribusi BUMN kepada negara semakin besar."Dividen BUMN di 2026 ini diproyeksikan kembali naik sampai Rp 200 triliun tanpa ada PMN," ujar Prabowo dalam pidato di Gedung DPR, Jumat (14/8/2026).

Untuk memahami besarnya kontribusi BUMN, Prabowo menjelaskan, kontribusi BUMN dari dividen perlu dihitung juga secara bersih. Jadi untuk setoran dividen BUMN ke negara sebelumnya perlu melihat PMN yang diterima juga oleh BUMN.Misalnya pada 2024, keuntungan yang dihasilkan BUMN Rp 186 triliun dengan dividen yang dihasilkan Rp 85,5 triliun. Namun, jika telah dikurangi PMN yang telah diterima BUMN dari APBN, maka dividen bersihnya sekitar Rp 53 triliun.Kemudian pada 2025, keuntungan yang didapat BUMN Rp 326 triliun. Dividen yang disetor ke negara Rp 142,3 triliun. Jika dikurangi dengan PMN yang diterima BUMN dari APBN, maka dividen yang disetor negara secara bersih Rp 138 triliun.Sementara pada 2026, Prabowo memproyeksikan dividen mencapai Rp 200 triliun tanpa adanya PMN. Dengan demikian, menurut perhitungannya, kontribusi bersih BUMN meningkat hampir empat kali lipat dibandingkan 2024."Artinya dari 2024 ke 2026 naik dari Rp 53 triliun ke Rp 200 triliun, atau bisa dikatakan 4 kali lebih besar. 400% meningkatnya tanpa PMN," terang Prabowo.Menurut Prabowo, peningkatan kinerja BUMN tersebut menunjukkan bahwa perbaikan manajemen dan tata kelola dapat memberikan hasil dalam waktu relatif cepat.Ia pun mengapresiasi manajemen dan pimpinan Danantara yang dinilai berperan dalam perbaikan pengelolaan BUMN."Sekali lagi saya apresiasi manajemen dan pimpinan Danantara. Saya kira pantas pimpinan Danantara mendapat bintang kehormatan di suasana kemerdekaan ini," tegas Prabowo.