Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan setoran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke negara atau dividen terus mengalami kenaikan.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan BUMN milik rakyat, bukan penguasa. Ia rencanakan pengadilan khusus untuk evaluasi kinerja BUMN 30 tahun terakhir.

Presiden Prabowo Subianto menyoroti kinerja BUMN yang tidak produktif. Banyak BUMN yang terus merugi, tetapi dalam laporan keuangan justru mencetak keuntungan.

Presiden Prabowo Subianto menargetkan dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tembus Rp 200 triliun di 2026.

Presiden Prabowo Subianto memuji kinerja Danantara.