TEHERAN, KOMPAS.com - Lebih dari lima bulan sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran, janji Presiden Donald Trump untuk membebaskan rakyat Iran terbukti menjadi salah satu tujuan perang yang paling gagal dipenuhi.
Warga Iran yang sempat terbuai oleh narasi dukungan Washington kini mengekspresikan rasa kekecewaan dan pengkhianatan yang mendalam.Sebelum konflik pecah, Trump secara terbuka menyemangati para demonstran anti-pemerintah di Iran dengan pesan jelas yang ditekankan dengan huruf kapital, "BANTUAN SEDANG DALAM PERJALANAN".
Namun, ketika perang berkecamuk dan menelan ribuan korban jiwa sipil, Trump justru mengalihkan fokus utamanya untuk mengamankan jalur pasokan minyak di Selat Hormuz, serta mencari jalan keluar dari konflik.
Baca juga: AS Langsung Cabut Blokade Pelabuhan Iran Usai Kesepakatan Selat Hormuz Tercapai
"Saya benar-benar mengira bantuan sedang dalam perjalanan, tetapi saya salah besar," ungkap Vahid (35), seorang pekerja startup di Teheran, dikutip dari New York Times, Jumat (7/8/2026).










