WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengubah sejumlah sikap dan tuntutannya terhadap Iran setelah perang berlangsung selama beberapa bulan.
Pada awal konflik, Trump menyampaikan tujuan operasi militer AS dengan nada keras dan penggulingan pemerintahan.“Tujuan kami adalah melindungi rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman yang akan segera datang dari rezim Iran,” kata Trump dalam sebuah video yang dirilis pada 28 Februari melalui Truth Social, seperti dikutip The Wall Street Journal, Senin (22/6/2026).
Baca juga: Trump Akui Harus Jaga Netanyahu Tetap Waras, Kesal israel Terus Gempur Lebanon
Namun, konflik kemudian berkembang lebih jauh. Iran merespons dengan menutup Selat Hormuz, jalur yang membawa sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Langkah tersebut menyebabkan kenaikan harga bahan bakar dan inflasi, sekaligus menekan cadangan minyak global. Iran juga meluncurkan rudal dan drone ke pasukan AS serta sekutunya di Timur Tengah.







