WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) selama berbulan-bulan terlibat dalam konfrontasi militer, serangan, ancaman, serta negosiasi dengan Iran.
Akan tetapi, berbagai upaya tersebut sejauh ini gagal mengakhiri perang.Merespons situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan untuk kembali menggunakan salah satu senjata tertua "Negeri Paman Sam": mencekik perekonomian Iran.
Baca juga: Dua Wajah Revolusi Saintifik: Iran dan Arab Saudi
Berdasarkan laporan Wall Street Journal, Trump saat ini menerapkan strategi wait and see alias menunggu dan memantau.
Dia memilih memberikan waktu lebih bagi sanksi keuangan serta blokade angkatan laut AS di pelabuhan-pelabuhan Iran untuk memperdalam kerusakan ekonomi Republik Islam tersebut,






