WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat melancarkan gelombang baru serangan terhadap Iran pada Rabu (10/6/2026), sementara Presiden AS Donald Trump berjanji akan “menghantam mereka dengan keras” setelah perundingan untuk mengakhiri damai mengalami kebuntuan.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan bahwa pasukan Amerika memulai “serangan pertahanan diri tambahan” pada pukul 17.15 waktu Washington terhadap sejumlah target di Iran, sebagai respons atas apa yang disebutnya sebagai “agresi Iran yang tidak beralasan dan terus berlanjut.”Media Iran melaporkan ledakan terjadi di sejumlah wilayah selatan negara itu dekat Selat Hormuz, wilayah yang sama dengan lokasi pasukan AS sebelumnya menyerang sistem pertahanan udara, radar, dan fasilitas lainnya pada Selasa (9/6/2026).
Baca juga: Jatah Tiket Fans Iran di Piala Dunia Diduga Dicabut AS, Teheran Murka
Sumber Iran melaporkan serangan “proyektil musuh” menghantam Qeshm, Kargan, dan Sirik.
Trump klaim Iran mengulur-ulur pembicaraan damai










