WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai kehilangan kesabaran dan kembali beralih ke strategi militer agresif untuk menghadapi Iran.

Kekesalan ini memuncak setelah perang yang semula diperkirakan selesai dalam beberapa pekan kini justru telah berlarut-larut hingga memasuki bulan kelima tanpa kejelasan akhir.Anggota Komite Urusan Luar Negeri DPR AS dari Partai Republik, Michael McCaul, menyebut sang presiden kini memilih menghentikan upaya diplomasi.

Baca juga: Trump Tebar Ancaman Lagi, Pakai Aset Iran untuk Ganti Rugi Kapal di Teluk

"Saya percaya dia merasa telah memberi kesempatan pada perdamaian. Dia kini kembali ke Rencana A, yaitu operasi militer," ujar McCaul.

Seorang pejabat senior pemerintahan mengungkapkan bahwa Trump berada dalam mode balas dendam terhadap Teheran, sebagaimana dilansir Wall Street Journal, Jumat (24/7/2026).