WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan meluapkan kemarahannya kepada para penasihat keamanan nasional saat perang melawan Iran tak menunjukkan tanda-tanda segera berakhir.

Laporan yang pertama kali diungkap NBC News itu menyebut Trump kecewa karena perang melawan Iran berlangsung lebih lama dari perkiraannya. "Presiden frustrasi. Saya rasa dia tidak pernah membayangkan akan sesulit ini membuat Iran menyetujui sebuah kesepakatan. Tidak ada strategi nyata mengenai berapa lama konflik ini akan berlangsung atau bagaimana mencapai tujuan akhirnya. Dia tidak berniat menjadikan ini perang yang panjang," kata sumber tersebut, seperti dikutip Anadolu, Kamis (30/7/2026).

Baca juga: Jalur Udara Tak Mempan, AS-Israel Pertimbangkan Blokade Darat Iran

Perpecahan strategi

Seorang pejabat AS yang juga tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa rasa frustrasi Trump dipicu oleh perbedaan pandangan di antara para pejabat tinggi mengenai arah kebijakan perang Iran.