WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan semakin kehilangan kesabaran karena perang melawan Iran yang telah memasuki bulan kelima tak kunjung berakhir.
Setelah berbulan-bulan mencoba mengakhiri konflik melalui gencatan senjata dan jalur diplomasi, Trump kini disebut semakin pesimistis bahwa negosiasi dapat menghasilkan perdamaian yang langgeng.Sejumlah pejabat pemerintahan mengatakan, Trump kini meyakini bahwa Iran hanya memahami kekuatan militer sehingga opsi serangan kembali menjadi pilihan utama.
Baca juga: Makin Agresif, AS Kerahkan Bomber Kelas Berat B-1 ke Iran
Trump Makin Frustrasi
Menurut laporan The Wall Street Journal, Kamis (23/7/2026), Trump awalnya memperkirakan konflik dengan Iran dapat berakhir hanya dalam hitungan pekan. Namun, perang terus berlanjut tanpa tanda-tanda penyelesaian.







