PERANG Amerika Serikat melawan Iran menjadi konflik yang berkepanjangan, mahal, dan semakin sulit dikendalikan. Kondisi ini membuat posisi politik Donald Trump semakin tidak nyaman.
Bagi Donald Trump, perang bukan sekadar urusan militer, tapi juga merupakan ujian kepemimpinan. Ia dinilai dari seberapa cepat mampu mencapai tujuan dan mengakhiri konflik.
Laporan AP News (2/8/2026), Financial Times (2/8/2026), dan The Guardian (1/8/2026) menggambarkan situasi yang sama, yaitu perang Iran memasuki bulan keenam tanpa tanda-tanda kemenangan yang benar-benar menentukan.Trump mengumumkan penghentian sementara rencana serangan baru setelah muncul peluang perundingan yang dimediasi sejumlah negara Timur Tengah. Keputusan itu menunjukkan bahwa jalur militer tidak (belum) mampu menyelesaikan konflik.
Iran belum benar-benar melemah. Iran berhasil mengubah pola peperangan sehingga Amerika dipaksa terus bereaksi terhadap berbagai serangan dan ancaman baru.
Iran memperluas tekanan melalui jalur pelayaran internasional, Selat Hormuz, Laut Merah, hingga jaringan kelompok sekutunya di berbagai kawasan.








