WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Persediaan rudal pertahanan udara Amerika Serikat (AS) dilaporkan menyusut tajam sejak perang dengan Iran pecah pada 28 Februari lalu.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa kemampuan pertahanan AS dapat terpengaruh jika harus menghadapi konflik besar lainnya, termasuk kemungkinan krisis di Taiwan.Laporan terbaru lembaga pemikir Center for Strategic and International Studies (CSIS), yang dilansir ABC News, Kamis (30/7/2026), menyebut stok dua rudal pencegat utama AS, yakni Patriot dan THAAD, telah terkuras signifikan akibat operasi militer melawan Iran.
Baca juga: Imbas Perang Iran, AS Beli Rudal dan Kapal Selam Seharga Rp 2.170 Triliun
Temuan itu merupakan pembaruan dari laporan sebelumnya yang dirilis saat kedua negara sempat memasuki masa gencatan senjata pada 8 April.
Pada Rabu (29/7/2026) malam, AS kembali melancarkan serangan terhadap target di Iran setelah Teheran menyerang pasukan Amerika di Yordania.










