WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mulai menghadapi tekanan serius akibat menipisnya persediaan amunisi militer setelah perang melawan Iran menguras stok senjata strategis mereka.
Presiden Donald Trump bersama pejabat senior Pentagon kini bergerak cepat mencari solusi, mulai dari mendesak perusahaan pertahanan mempercepat produksi senjata hingga meminta tambahan anggaran perang senilai 70 miliar dollar AS.Namun, upaya itu diperkirakan tidak akan berjalan mudah karena menghadapi penolakan keras dari Kongres, terutama kubu Demokrat yang menolak membiayai konflik yang sejak awal mereka tentang.
Meski Pentagon menegaskan militer AS masih siap jika konflik dengan Iran kembali pecah, masalah utamanya justru ada pada kesiapan menghadapi perang besar berikutnya, terutama jika terjadi konfrontasi dengan China di kawasan Indo-Pasifik.
Baca juga: Marco Rubio Sesalkan Italia Mendadak Batalkan Kunjungan Penting ke AS
Gudang senjata AS terkuras besar-besaran






