WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Tatkala perang terus berkecamuk, Amerika Serikat (AS) mematangkan rencana operasi darat ke Iran. Tujuannya satu: merebut uranium secara paksa dan mengeluarkannya dari negara tersebut.

Strategi pun disusun sedemikian rupa dan hati-hati dengan mempertimbangkan segala kemungkinan.Pada 19 Mei, pimpinan tertinggi militer AS Jenderal Dan Caine tiba-tiba meninggalkan pertemuan pejabat senior NATO di Brussels, Belgia.

Baca juga: Optimistis AS-Iran Segera Damai, PM Pakistan Bocorkan Situasi Terkini

Ketua Kepala Staf terbang melintasi Atlantik menuju Tampa, Florida, markas besar Komando Pusat AS atau Centcom (Centcom).

Di sana, dia diberi briefing mengenai rencana operasi perebutan uranium Iran secara paksa menggunakan pasukan darat.