WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kini mempertimbangkan opsi untuk melancarkan serangan udara intensif selama 10 hingga 14 hari terhadap Iran.

Rencana operasi militer berskala besar ini disiapkan oleh Komandan Komando Pusat AS atau Central Command (Centcom), Laksamana Brad Cooper, guna melumpuhkan kemampuan rudal Tehran secara signifikan.Rencana itu disusun setelah Iran melancarkan serangan rudal mendadak ke pasukan AS di Yordania pada Selasa (28/7/2026).

Baca juga: Pakistan Terjepit di Antara Arab Saudi dan Iran, Akankah Memihak?

Seorang pejabat senior AS mengungkapkan, Trump saat ini berada dalam suasana hati yang ingin mengeskalasi serangan.

Meski demikian, Trump masih mempertimbangkan seberapa jauh respons militer yang akan diambil, sebagaimana dilansir Wall Street Journal, Rabu (29/7/2026).